Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label wanita

Meneran Beneran

Beberapa jam setelah posting meneran 2, Ibu akhirnya meneran beneran loh merasakan sensasi gelombang cinta yang datang menanti hadirnya dambaan hati yang di nanti nanti. Merasakan gelombang cinta yang intens di hari Minggu kurang lebih jam 1 siang, saat makan sop konro di daerah Perak wkwkkk, kalau diinget2 jauh banget kalau makan sekitar 20 km dari rumah setelah itu masih tetep pulang ke Rumah dan merasakan gelombang yang makin intens. Beberapa menit setelahnya memutuskan untuk berangkat ke Rumah Bidan Wina setelah telp dan konsultasi tentang kontraksinya, dan diputuskan untuk berangkat ke Sidoarjo, dengan jarak kurang lebih 48 km dari rumah.

Meneran

Meneran dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti menahan napas dan menekan seperti orang akan melahirkan; merejan. Poster Posisi Meneran  Meneran/mengejan pada proses persalinan sebenarnya membutuhkan banyak ilmu dan latihan dalam persiapan nya, selain mental tentunya. Dari beberapa posisi yang ada dalam poster yang di tempel di Praktek Mandiri Bidan yang menolong persalinan sepupu saya minggu lalu, masih saja Lithotomy/berbaring/terlentang menjadi pilihan utama nakes/penolong persalinan, sedang banyak sekali pilihan yang disediakan bahkan di informasikan di kamar bersalin pribadi yang dimiliki. Bidan/dokter penolong persalinan hendaknya membebaskan ibu untuk memilih posisi meneran ternyaman menurut ibu yang akan melahirkan, sehingga akan meningkatkan hormon oksitosin juga yang sangat membantu kemajuan dalam proses persalinannya, juga mengurangi trauma yang nantinya muncul pasca melahirkan. Kenapa penolong persalinan sering memilihkan posisi Lithotomy ...

Pilar Gemar Rapi Bag. 2 - End

Tak terasa pekan demi pekan sudah terlewati dan materi demi materi tentang gemar rapi juga terus berjalan. Pekan ini jadwal bahasanya melanjutkan tentang 4 Pilar bagian kedua dalam gemar rapi yaitu 5.     Menyesuaikan kondisi individu (personalized) Suami saya saat bersih bersih cenderung membuang segalanya yang “dianggap” tidak diperlukan, namun setelah seringnya kita berkomunikasi dia akan meminta izin terlebih dahulu sebelum membuang segala sesuatu yang bukan miliknya, dan memilah mana barang yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain mana yang bisa diberikan kepada tukang kebersihan juga mana barang yang tidak bisa dimanfaatkan oleh siapapun. Rupanya hal ini cocok dengan pilar ke 5 dalam gemar rapi yaitu individu atau personalized . Pilar ke lima ini bisa kami sepakati dengan baik bersama kedua belah pihak. 6.     RASA (Hygge) sebagai prinsip (principles) RASA adalah prinsip metode gemar rapi yang berupa singkatan dari ·    ...

Pilar Gemar Rapi Bag. 1

Ada 8 pilar pendukung dalam metode Gemar Rapi ini, namun di bagian pertama ini akan fokus pada 4 Pilar dahulu, yaitu Dilakukan oleh pemilik barang (Owner)  Penguatan mindset sebagai pondasi awal (Mindset Gemar Rapi)  Perubahan kebiasaan sebagai tujuan (Habit)  Pengurangan barang dengan prinsip Lagom (Decluttering) Anggota keluarga yang tinggal dirumah adalah saya, suami, anak laki laki berusia 4 tahun 7 bulan dan anak perempuan 2 tahun 7 bulan. Selain itu ada barang barang milik keluarga yang dulu sempat tinggal dirumah namun belum sempat membereskan semua miliknya saat sudah pindah, dan barang barang ke empat orang tua kami yang sering singgah dan menginap. Pada dasarnya saya dan suami sepakat dengan prinsip pilar pertama dalam gemar rapi namun karena kesibukan suami saya bersedia membantu untuk proses nya. Dengan anak pertama saya kami juga sudah sepakat akan melakukan beberapa sortir mainan yang sudah tidak bisa digunakan, namun berbeda dengan anak ked...

catatan Bumil

Sejak awal setelah mengetahui saya hamil lagi untuk ke 4 kalinya senang nya bukan kepalang, karena walau ini kehamilan yang ke empat tapi tetap saja  kehamilan selalu jadi sesuatu yang sangat membahagiakan bagi keluarga kecil kami ini. Dulu kehamilan pertama dinanti nanti beberapa tahun setelah pernikahan dan sekarang Alhamdulillah Allah kasih kami Amanat lagi, yang berkembang dalam rahim ini. Minggu berganti minggu dalam kondisi kehamilan yang nano nano dengan tugas tugas lainnya menanti, tugas di komunitas dan tugas merawat 2 anak yang telah dahulu lahir (iya masih 2 karena kehamilan pertama saya mengalami abortus spontan). Kecemasan mulai muncul saat mengingat persalinan persalinan sebelumya, dengan kondisi anak anak yang gawat darurat “afeksia” tak menangis tak bernafas hinggal 10 menit kehidupannya di dunia dan lain sebagainya. Sejak saat itu saya mulai lagi membaca “gentle birth” yang selama ini saya idam idam kan, mulai dari persiapan dan semua hal tentang metode it...