Langsung ke konten utama

Belajar pada Alam

Sebagai bunda atau yang sedang mengidam segera menjadi bunda, maka kita harus terus belajar.
Alam mengajarkan kita beberapa hal 2 hal diantatanya adalah Sabar dan Ikhlas

Belajar pada bumi tentang kesabaran
Bumi setiap hari diinjak jutaan bahkan ratusan juta manusia dan makhluk lainnya tak pernah mengeluh, bahkan tak menolak saat diludahi, *maaf di "kencingi" dan lain sebagainya. Karena dia beribadah untuk Tuhannya.
Kita bisa bejalar sabar darinya, saat anak kita merengek saat meminta sesuatu yang tak bisa kita penuhi, bukan dengan amarah kita membalasnya, tapi tersenyumlah dan katakan sesungguhnya, sambik berdoa dalam hati agar semua akan baij baik saja, percayalah semua baik baik saja dan yakin semua baik baik saja, dan atas kehendakNya semua akan mudah terkontrol.
Saat suami kita pulang terlambat dan lupa memberikan kabar, bukan wajah masam dan berkerut yang kau suguhkan, tapi senyuman terindah kitalah yang dia nantikan.

Belajar dari lautan tentang keIkhlasan
Laut yang setiap hari menerima semua kotoran yang manusia buat dari aliran sungai, menerima semua sampah tanpa protes, membiarkan semua kapal melewatinya. Tapi dia tetao memberikan hasil laut untuk kita.
Maka...
Tak rugi jika kita belajar padanya.
Belajar menerima semua keputusan Tuhan,
Belajar bahwa Tuhan yang maha Kuasa yang bisa menetapkan waktu yang tepat untuk kita memperoleh rejeki "buah hati"
Bukan karena pantas atau tidak pantas, bukan karena ibdah atau yang lainnya, tapi satu yang pasti tetaplah yakin atas kuasaNya dan iklhas lah menerima semua keputusan

Salam sayang dari gresik *yang sedang belajar ikhlas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilarang Mengeluh....

Kenapa koq belum punya debay? Sama dengan ditanya Kenapa belum mati? Hehee kata kata yang sering saya ucapkan kalo ditanya seperti itu.... "Ndang gawekno anak to om imam iku ben seneng" Udah kayak kue aja ya di buat... Beli bahan, di olah dan jadi kue... Tapi sebenarnya jawaban saya adalah.... "Ben gusti Allah sing ngatur sak kabeh ane urip, menungso gur iso ndungo lang pasrah" Stop... Pasrah itu bukannya tak berbuat apa apa tapi berbuat sekuat tenaga dan terus berusaha, berdoa tanpa lelah, tetapi selalu mengingat kuasaNya bahwa kita harus menerima segala sesuatu yang diinginkanNya maka kita harus terima. Lanjuut... Masih mau protes??? Kenapa belum punya debay? Si A : yang amburadul hidupnya bisa hamil? Gak jelas kehidupannya, tak jelas pekerjaannya, tak ada ikatan pernikahan, Tapi kenapa dia bisa hamil? Ya karena ada yang memasukkan sperma... Allah memberikan nyawa pada jabang bayi, mempercayakan dia kepada sang bunda, dan... All...

Pilar Gemar Rapi Bag. 2 - End

Tak terasa pekan demi pekan sudah terlewati dan materi demi materi tentang gemar rapi juga terus berjalan. Pekan ini jadwal bahasanya melanjutkan tentang 4 Pilar bagian kedua dalam gemar rapi yaitu 5.     Menyesuaikan kondisi individu (personalized) Suami saya saat bersih bersih cenderung membuang segalanya yang “dianggap” tidak diperlukan, namun setelah seringnya kita berkomunikasi dia akan meminta izin terlebih dahulu sebelum membuang segala sesuatu yang bukan miliknya, dan memilah mana barang yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain mana yang bisa diberikan kepada tukang kebersihan juga mana barang yang tidak bisa dimanfaatkan oleh siapapun. Rupanya hal ini cocok dengan pilar ke 5 dalam gemar rapi yaitu individu atau personalized . Pilar ke lima ini bisa kami sepakati dengan baik bersama kedua belah pihak. 6.     RASA (Hygge) sebagai prinsip (principles) RASA adalah prinsip metode gemar rapi yang berupa singkatan dari ·    ...