Langsung ke konten utama

Aplikasi Ibu "Gaul" Ses. 2

Semangat Pagi...
Ketemu lagi dengan saya, setelah beberapa tahun lalu dan saat ini, ada satu yang saya tau selain tipe tipe barcode scanner lainnya, di IIP saya belajar lebih. Saat saya dulu membuak onlineshop, waktu saya mencari aplikasj seperti ini dan bagaimana membuat barcode saya belum menemukannya. Dan sekarang saya temukan... yeay... Buat apa sih pake segala barcode diurusin kan "cuma" IRT? Penting dong, penting kita tau bahwa kita harus memiliki banyak pengetahuan penting juga bagi kita untuk melek teknologi,  salah satunya ya untuk membersamai anak anak kita kelak. Dan bagi saya ini terobosan keren yang bisa kita duplikasi, bayangkan jika kita mengurangi kertas untuk presensi kehadiran kita saat rapat (sesekali saya ikut rapat loh bukan hanya yang kerja kantoran 😁), saat PKK saat saat acara lainnya yang membutuhkan daftar kehadiran, berapa kertas yang kita selamatan 😉. 

Balik lagi ke aplikasi Barcode Scanner ini, aplikasi ini akan otomatis berjalan untuk absensi kehadiran yang saling bekerja sama dengan aplikasi QR Att Control yang sebelumnya saya bahas. Jadi saat membuka aplikasi absensi maka saat pilihan scan kita pilih, aplikasi Barcode Scanner ini berjalan untuk menscan Barcode peserta yang hadir... keren kan... bisa juga untuk scan barcode yang lainnya seperti yang saya contohkan di bawah ya. Saat scan barcode web yang saya buat ada pilihan untuk membuka web tersebut. Ah... keren kan 😂


.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Im a Wife

Hari ini saya bangun kesiangan... karena semalam ashma kambuh,,,, dan skit semua... bangun pagi dengan hidung tersumbat dan kepala berat... dan... Suami bilang gag berangkat kerja karena aku sakit.... APA???  berbegaslah aku bangun... menguatkan diri... karena semangat ku adalah semangat sang suami pujaan hati... Siapin seragam kerja.. dan menemani dengan sekuat tenaga sampai akhirnya suami berangkat..  Karena saya adalah istri yang harus membuatnya tegak berdiri... Dan... setelah itu... saya pun merebahkan kepala yang terasa sangat berat ini.,.. dengan mengirim sms semangat untuk sang suami...  Siang ini saat " bojoku" (panggilan sayangku) istirahat di pabriknya,... bojoku menelponku dan menanyakan ini itu... sambil meler dan gebres" karena flu ini... hahhaha dan.. aku pun menulis blog ini setelah telponnya di tutup... Suami ku semangat ya... karena Allah telah mempercakan kita sebagi jendela rizki bagi mereka... jadi SEMANGAT... ingat juga kare...

X Factor

Maraknya peredaran berita yang bisa dikatakan tanpa pemilihan ... Tawuran, baku tembak, kekerasan,,, acara-acara yang dulu sering kami diskusikan di ruangan persegi dengan dosen kami... "Sekedar diskusi" tidak, kami sudah sering melayangkan segala apresiasi kami untuk berbagai acara-acara yang menurut kami tidak layak untuk ditampilkan. Entahlah apakah dosen-dosen kami yang perduli akan perkembangan generasi-generasi itu masih saja meneruskan nya... Entahlah... Tak perlu saling menyalahkan, orang tua, sekolah, pemerintah, dan televisi, media-media yang lainnya seharusnya saling bergandengan, saling memeluk demi dunia kita... Ehmmm mulai alay deh saya... Selalu ada faktor "x" yang tak bisa dijelaskan... Atas alasan apapun itu... Mulai melantur dan tak jelas yang dibicarakan ... Yang jelas yang saya pahami... Atas apa yang terjadi pada setiap manusia dan pada seluruh jagad raya... Selalu Ada Cinta Kasih Allah di dalamnya... Atas terselamatkannya balit...

Keluarga Multimedia

Tahun berganti tahun kemajuan teknologi semakin berkembang pesat, dan untuk itu tidak ada salahnya jika kita mengikuti perkembangannya, agar kita bisa menghadapi kecanggihan kecanggihan yang telah berubah. Selain mental, kita harus mempersiapkan diri dalam perubahan era digital seperti ini.Salah satu caranya adalah upgrade ilmu dan perkembangan teknologi, luangkan waktu 15 menit perhari untuk menelusuri aplikasi, web atau apapun yang baru bagi kita dan pelajarilah. Kenapa 15 menit? karena jika lebih dari itu kita akan tenggelam dan kecanggihannya, karena teknologi begitu mengagumkan dan membuat kita sejenak lupa akan dunia, terlalu banyak "aha" moment yang mampu menjadikan kita terlena.  Lebih dari 14 Bulan saya mengikuti perkuliahan online di dalam IIP, Institut Ibu Profesional dimana disana kita dibersamai oleh para fasilitator untuk menggapai suatu tahta "IBU" yang tidak lah mudah namun bukan suatu hal yang tak  bisa kita gapai, memperlajari segala ke"ibu...