Langsung ke konten utama

Kami perempuan

Bu Devi, single mom 20 hari dengan 4 putri dan 1 putra
Bangun rata rata jam 3 pagi mulai memasak dan mengisi air untuk semua anaknya.
Karena suami nya di offshore yang jam kerjanya 20 hari dan libur 10 hari, jadi selama 20 hari mengasuh ke 5 anaknya sendirian
Bu Silvi seorang tante yang menjaga 3 putri cantik karena mama nya sering keluar kota.
Bu Farid, Bu Gatot, Bu Rohadi, Bu Slamet, Bu Bambang, Bu Qosim, Bu Sri, adalah para istri yang kebetulan setiap paginya ditinggal suami untuk bekerja.
Saya juga seperti mereka, suami berangkat dipagi hari dengan jadwal pulang yang tak tentu...

Hari ini saya bangun kesiangan...
Meskipun tetep bisa beraktifitas, bedanya jam 4 pagi itu air nya sudah tidak mengalir, jadi... air jatah dikamat mandi hanya cukup untuk mandi suami dan urusan bumi kita,
Dan...
Semua masakan dah siap, dan suami dah siap siap berangkat di 6.15 tapi ada orang tak dikenal ingim membersihkan taman kami, saya yang tidak mengenalnya, dia yang memaksa untuk membersihkannya, dan suami yang akan berangkat kerja, dan tetangga yang semua pada perempuan, dan saya sendirian yang benar2 sendirian dirumah untuk pertama kalinya merasa takut ditinggal... dan meminta tolong suami agar tidak memperbolehkan orang asing itu untuk mengutak atik taman.
Antara waspada dan negthink... semoga saya hanya waspada, karena terdengar suaranya akan mengajak satu temannya lagi untuk kerumah kami....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Im a Wife

Hari ini saya bangun kesiangan... karena semalam ashma kambuh,,,, dan skit semua... bangun pagi dengan hidung tersumbat dan kepala berat... dan... Suami bilang gag berangkat kerja karena aku sakit.... APA???  berbegaslah aku bangun... menguatkan diri... karena semangat ku adalah semangat sang suami pujaan hati... Siapin seragam kerja.. dan menemani dengan sekuat tenaga sampai akhirnya suami berangkat..  Karena saya adalah istri yang harus membuatnya tegak berdiri... Dan... setelah itu... saya pun merebahkan kepala yang terasa sangat berat ini.,.. dengan mengirim sms semangat untuk sang suami...  Siang ini saat " bojoku" (panggilan sayangku) istirahat di pabriknya,... bojoku menelponku dan menanyakan ini itu... sambil meler dan gebres" karena flu ini... hahhaha dan.. aku pun menulis blog ini setelah telponnya di tutup... Suami ku semangat ya... karena Allah telah mempercakan kita sebagi jendela rizki bagi mereka... jadi SEMANGAT... ingat juga kare...

X Factor

Maraknya peredaran berita yang bisa dikatakan tanpa pemilihan ... Tawuran, baku tembak, kekerasan,,, acara-acara yang dulu sering kami diskusikan di ruangan persegi dengan dosen kami... "Sekedar diskusi" tidak, kami sudah sering melayangkan segala apresiasi kami untuk berbagai acara-acara yang menurut kami tidak layak untuk ditampilkan. Entahlah apakah dosen-dosen kami yang perduli akan perkembangan generasi-generasi itu masih saja meneruskan nya... Entahlah... Tak perlu saling menyalahkan, orang tua, sekolah, pemerintah, dan televisi, media-media yang lainnya seharusnya saling bergandengan, saling memeluk demi dunia kita... Ehmmm mulai alay deh saya... Selalu ada faktor "x" yang tak bisa dijelaskan... Atas alasan apapun itu... Mulai melantur dan tak jelas yang dibicarakan ... Yang jelas yang saya pahami... Atas apa yang terjadi pada setiap manusia dan pada seluruh jagad raya... Selalu Ada Cinta Kasih Allah di dalamnya... Atas terselamatkannya balit...

Keluarga Multimedia

Tahun berganti tahun kemajuan teknologi semakin berkembang pesat, dan untuk itu tidak ada salahnya jika kita mengikuti perkembangannya, agar kita bisa menghadapi kecanggihan kecanggihan yang telah berubah. Selain mental, kita harus mempersiapkan diri dalam perubahan era digital seperti ini.Salah satu caranya adalah upgrade ilmu dan perkembangan teknologi, luangkan waktu 15 menit perhari untuk menelusuri aplikasi, web atau apapun yang baru bagi kita dan pelajarilah. Kenapa 15 menit? karena jika lebih dari itu kita akan tenggelam dan kecanggihannya, karena teknologi begitu mengagumkan dan membuat kita sejenak lupa akan dunia, terlalu banyak "aha" moment yang mampu menjadikan kita terlena.  Lebih dari 14 Bulan saya mengikuti perkuliahan online di dalam IIP, Institut Ibu Profesional dimana disana kita dibersamai oleh para fasilitator untuk menggapai suatu tahta "IBU" yang tidak lah mudah namun bukan suatu hal yang tak  bisa kita gapai, memperlajari segala ke"ibu...