Langsung ke konten utama

Kehabisan kata

Saat aku belum mempunyai pasangan hidup, Engkau mengirimkan ku laki laki yang terbaik buat ku,
tepat disaat aku telah siap menjalani pernikahan...
Saat ada kerikil dalam proses perkenalan, Engkau menyapunya sehingga begitu tak terbayangkan jalanMu...
Saat kami butuh tempat tinggal, Engkau mengirimkan seseorang yang bersedia memberikan tempat untuk kami...
Saat kami butuh hunian, Engkau melancarkan rejeki kami...
Saat aku sakit dalam pelukanMu, Engkau memberikanku kesembuhan...
Dan...
Setiap aku terbangun di pagi hari, masih terlihat seluruh badan yang tak berkekurangam...
Maka... Nikmat manakah yang saya dustakan...
Ditengah kenikmatan yang begitu besar...
Ditengah ...
Semua itu ...

Bagaimana bisa...
Mulut ini berucap saat sudah banyak yang Ia berikan kepada kami...
Bagaimana bisa
Mulut ini berucap jika sudah banyak nikmatNya yang tercurah...
Walau Engkau tak melarang kami meminta...
Tapi, keluh sudah lidah ini meminta...

Dan...
Kasih dan Sayang kepada semua ciptaanNya, bahkan tak meninggalkan seekor planton pun luput dari CintaNya
Maka apa lagi yang pantas aku minta, sedangkan tanpa meminta pun Kau telah mengirimkannya.
Kami belajar, sejengkal demi sejengkal menuju kepasrahan yang sesungguhnya.
Walau tak terucap, terkadang hati ini tak pernah bisa berbohong, bahwa kami menginginkan itu...
Ya Allah sang pemilik hati ini, sang pembolak balik hati ini...
Selalu tetapkanlah hati ini agar selalu Ridho terhadap apapun keputusanMu sebagai bentuk kasih kami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilarang Mengeluh....

Kenapa koq belum punya debay? Sama dengan ditanya Kenapa belum mati? Hehee kata kata yang sering saya ucapkan kalo ditanya seperti itu.... "Ndang gawekno anak to om imam iku ben seneng" Udah kayak kue aja ya di buat... Beli bahan, di olah dan jadi kue... Tapi sebenarnya jawaban saya adalah.... "Ben gusti Allah sing ngatur sak kabeh ane urip, menungso gur iso ndungo lang pasrah" Stop... Pasrah itu bukannya tak berbuat apa apa tapi berbuat sekuat tenaga dan terus berusaha, berdoa tanpa lelah, tetapi selalu mengingat kuasaNya bahwa kita harus menerima segala sesuatu yang diinginkanNya maka kita harus terima. Lanjuut... Masih mau protes??? Kenapa belum punya debay? Si A : yang amburadul hidupnya bisa hamil? Gak jelas kehidupannya, tak jelas pekerjaannya, tak ada ikatan pernikahan, Tapi kenapa dia bisa hamil? Ya karena ada yang memasukkan sperma... Allah memberikan nyawa pada jabang bayi, mempercayakan dia kepada sang bunda, dan... All...

Pilar Gemar Rapi Bag. 2 - End

Tak terasa pekan demi pekan sudah terlewati dan materi demi materi tentang gemar rapi juga terus berjalan. Pekan ini jadwal bahasanya melanjutkan tentang 4 Pilar bagian kedua dalam gemar rapi yaitu 5.     Menyesuaikan kondisi individu (personalized) Suami saya saat bersih bersih cenderung membuang segalanya yang “dianggap” tidak diperlukan, namun setelah seringnya kita berkomunikasi dia akan meminta izin terlebih dahulu sebelum membuang segala sesuatu yang bukan miliknya, dan memilah mana barang yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain mana yang bisa diberikan kepada tukang kebersihan juga mana barang yang tidak bisa dimanfaatkan oleh siapapun. Rupanya hal ini cocok dengan pilar ke 5 dalam gemar rapi yaitu individu atau personalized . Pilar ke lima ini bisa kami sepakati dengan baik bersama kedua belah pihak. 6.     RASA (Hygge) sebagai prinsip (principles) RASA adalah prinsip metode gemar rapi yang berupa singkatan dari ·    ...