Langsung ke konten utama

Relief kehidupan

 Perjalanan kami pertengahan bulan Oktober ini memang sengaja saya jadawalkan pas ditanggal Mocopat Syafaat diselenggarakan di Tamantirto, Bantul Jogja
Kalo saat dulu saat Padhang Mbulan (Jombang) bojoku yang pengen banget sekarang giliran MS saya yang ngidam....
entah kenapa saya itu pengen banget kesana...
dan Alhamdulillah kami bisa sampai disana....
Banyak sekali suasana yang berbeda... dari lingkunagnnya dan suasananya... yang sama adalah kekuaatan maiyah nya... kekuatan kebersamaan... kekuatan yang jarang dimiliko oleh jamaah jamaah forumh forum yang lain... disini kami rela duduk dari jam 19.00 sampai jam 03.30 dini hari.... kami tak memilih golongan... kami tak men"syarat"kan sesuatu... kami hanya ingin bersama... berfikir demi semuanya.,..
dan,... keesokan harinya..... begitu meng "..." mengikuti turis mancanegara dengan guide nya....
mencoba menjelaskan berbagai relief yang ada di candi Brahma seingatsaya yang ada di kompleks candi prambanan....
ndereg mirenganke penjelasan penjelasan dan salah satu yang paling mengena kalbu kami adalah.... relief ini yang menceritakan tentang adanya dua sisi kehidupan yang sangat berbeda....
disatu sisi golongan tertentu berpuasa.... dan kelaparan karena tak ada satupun yang bisa mereka makan dan disatu sisinya ada sekelompok orang menikmati hidangan yang mewah, sate, roti dll sambil duduk dikursi goyang menikmati hidupnya....
Relief yang sarat dengan makna ini mengingatkan kami akan sisi kehidupan yang lain ...
mengingatkan kami betapa egonya kami bersenang-senang berlibur... tapi justru inilah yang insyaAllah bisa menjadikan kami bisa lebih menghargai segalanya...
Karena puasa pun pasti akan berbuka... dan saat berbuka tak perlu berlebihan... yang secukupnya saja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dilarang Mengeluh....

Kenapa koq belum punya debay? Sama dengan ditanya Kenapa belum mati? Hehee kata kata yang sering saya ucapkan kalo ditanya seperti itu.... "Ndang gawekno anak to om imam iku ben seneng" Udah kayak kue aja ya di buat... Beli bahan, di olah dan jadi kue... Tapi sebenarnya jawaban saya adalah.... "Ben gusti Allah sing ngatur sak kabeh ane urip, menungso gur iso ndungo lang pasrah" Stop... Pasrah itu bukannya tak berbuat apa apa tapi berbuat sekuat tenaga dan terus berusaha, berdoa tanpa lelah, tetapi selalu mengingat kuasaNya bahwa kita harus menerima segala sesuatu yang diinginkanNya maka kita harus terima. Lanjuut... Masih mau protes??? Kenapa belum punya debay? Si A : yang amburadul hidupnya bisa hamil? Gak jelas kehidupannya, tak jelas pekerjaannya, tak ada ikatan pernikahan, Tapi kenapa dia bisa hamil? Ya karena ada yang memasukkan sperma... Allah memberikan nyawa pada jabang bayi, mempercayakan dia kepada sang bunda, dan... All...

Pilar Gemar Rapi Bag. 2 - End

Tak terasa pekan demi pekan sudah terlewati dan materi demi materi tentang gemar rapi juga terus berjalan. Pekan ini jadwal bahasanya melanjutkan tentang 4 Pilar bagian kedua dalam gemar rapi yaitu 5.     Menyesuaikan kondisi individu (personalized) Suami saya saat bersih bersih cenderung membuang segalanya yang “dianggap” tidak diperlukan, namun setelah seringnya kita berkomunikasi dia akan meminta izin terlebih dahulu sebelum membuang segala sesuatu yang bukan miliknya, dan memilah mana barang yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain mana yang bisa diberikan kepada tukang kebersihan juga mana barang yang tidak bisa dimanfaatkan oleh siapapun. Rupanya hal ini cocok dengan pilar ke 5 dalam gemar rapi yaitu individu atau personalized . Pilar ke lima ini bisa kami sepakati dengan baik bersama kedua belah pihak. 6.     RASA (Hygge) sebagai prinsip (principles) RASA adalah prinsip metode gemar rapi yang berupa singkatan dari ·    ...